Jono Terbakar - Manut
Malam telah datang sungguh aku tak ingin pulang
Biar ku disini menikmati seduhan kopi
Bersama teman-teman, sebelum mereka menghilang
Hingga embun basahi, naiki motor dan kita pergi
Siang sangat terik, banyak hal yang terasa pelik
Otak terbebani dengan terlalu banyak teori
Yang mungkin tak tergunakan, hingga jadi terasa enggan
Untung ada malam yang datangnya slalu kunantikan
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Berdiskusi dan tertawa
Ada benci ada suka
Saling ejek dan bicara
Kita tak tau mau kemana
Pintu yang terkunci slalu jadi selimut misteri
Dia tak disini tapi kuyakin dia tak pergi
Tunggu saja dulu biar tanyaku dijawab waktu
Jika tak bertemu, bunga dunia tak hanya satu
Dewasa itu pilihan
Pepohonanpun akan tumbang dan tersisa dedaunan
Hidup hanya sekali tentu saja harus dinikmati
Atas nama hari ini, jangan pernah mati
Malam telah datang sungguh aku tak ingin pulang
Biar ku disini menikmati seduhan kopi
Bersama teman-teman, sebelum mereka menghilang
Hingga embun basahi, naiki motor dan kita pergi
Siang sangat terik, banyak hal yang terasa pelik
Otak terbebani dengan terlalu banyak teori
Yang mungkin tak tergunakan, hingga jadi terasa enggan
Untung ada malam yang datangnya slalu kunantikan
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Berdiskusi dan tertawa
Ada benci ada suka
Saling ejek dan bicara
Kita tak tau mau kemana
Pintu yang terkunci slalu jadi selimut misteri
Dia tak disini tapi kuyakin dia tak pergi
Tunggu saja dulu biar tanyaku dijawab waktu
Jika tak bertemu, bunga dunia tak hanya satu
Dewasa itu pilihan
Pepohonanpun akan tumbang dan tersisa dedaunan
Hidup hanya sekali tentu saja harus dinikmati
Atas nama hari ini, jangan pernah mati